Beranda HEADLINE Gubsu Edy Rahmayady Secara Resmi Membuka Big Bad Wolf 2018 Di...

Gubsu Edy Rahmayady Secara Resmi Membuka Big Bad Wolf 2018 Di Gedung Andromeda Medan

67
BERBAGI

Sumut.KabarDaerah.com Bazaar buku Big Bad Wolf hadir pertama kalinya di Medan pada tanggal 2 -12 November 2018 di gedung Andromeda Ex Bandara Polonia Medan, selama 11 hari berturut-turut dengan durasi waktu 24 jam nonstop, dengan penawaran diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku impor.Dalam kesempatan acara opening ceremony Big Bad Wolg turut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Utara. Edy Rahmayadi, perwakilan dari Metro TV Soeryopratomo , BANK Mandiri Komandan Lanud Soewondo dan undangan lainnya.

Dalam sambutanya Gubernur Sumut Edy Rahmayady mengatakan “Persoalannya bukan masyarakat Medan yang malas membaca tetapi karena masyarakat Medan susah mendapatkan buku sebagus seperti dipameran ini . Untuk kedepannya dalam kesempatan ini event seperti ini harus sering dilakukan untuk menarik minat baca masyarakat Sumut,” katanya.

Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Uli Silalahi dalam kata sambutanya mengatakan “Hari pahlawan menjadi momen untuk menggalakkan misi big bad wolf dalam meningkatkan minat baca sejak dini, serta menyediakan akses memperoleh buku yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi semua kalangan”, tambahnya.“Hari pahlawan menjadi momen spesial untuk pejuang yang telah gugur dalam pertempuran momen yang berharga ini dengan banyak membaca sebagai bentuk menghormati jasa pahlawan, karena dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan untuk membangun bangsa ini dan dengan membaca kita dapat memerdekakan diri dari ketidaktahuan,” ujarnya.Sebagai bentuk tanggung jawab sosial big bad Wolf “melalui program Red readerhood mengajak para pengunjung yang hadir untuk mendonasikan buku-buku kepada masyarakat Indonesia yang berada di Samosir.

Big bad world bersama Yayasan Alusi Tao Toba berharap buku-buku yang didonasikan dapat bermanfaat dalam kemajuan pendidikan, menjadi semangat baru untuk gemar membaca, serta akses untuk memperoleh buku bacaan terbaik yang harus diproleh semua kalangan. Dimana mengingat Pulau Samosir masih memiliki keterbatasan dalam akses informasi dan juga pendidikan.

Agus Sanjaya, Regional Transaction dan Consumer Head Regional 1/ Sumatera 1 Bank Mandiri menyampaikan. “Pameran buku Big Bad Wolf 2018 hadir untuk pertama kalinya di Medan dalam rangka memperingati hari pahlawan pada tanggal 10 November.Dan juga rangkaian acara ulang tahun Bank Mandiri ke 20”, ungkapnya.Pameran buku terbesar di dunia ini merupakan bentuk apresiasi bagi masyarakat Medan karena pameran ini hanya diselenggarakan di 3 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta Surabaya dan Medan.

Bank Mandiri juga memperkuat kesatuan masyarakat atas transaksi pembayaran nontunai dengan memberikan sarana pembayaran yang memadai dan program-program menarik jika masyarakat bertransaksi secara non tunai.
walaupun harga buku-buku yang dijual sudah sangat terjangkau, diskon 60% sampai dengan 80% Bank Mandiri memberikan lagi benefit tambahan kepada seluruh pengunjung khususnya nasabah bank Mandiri berupa potongan harga hingga 50% dengan fiestapoin.“Bonus voucher hingga Rp 400 ribu untuk pemegang mandiri kartu debit dan kartu kredit,serta cicilan 0% hingga 6 bulan untuk pemegang mandiri kartu kredit,” tambah Agus.

Tidak hanya dengan Bank Mandiri Big bad Wolf bekerjasama dengan Sriwijaya akan membagikan tiket gratis Medan-Jakarta-Medan untuk 3 orang pemenang yang beruntung dalam kontes #FarAwayBBW.Ini cukup dengan menunjukkan bukti struk perjalanan seperti tol tiket pesawat atau bukti perjalanan lainnya, pembelian buku di bazar buku big bad World lalu kemudia unggah di akun sosial media pribadi dengan hashtag #FarawayBBW lalu teg IG [email protected]_id dan untuk FB tag ke BBWBOOKSINDONESIA.

“Kami sangat berterima kasih untuk antusiasme dan sambutan yang baik dari para pencipta buku khusus yang berada di Medan, karena ternyata minat masyarakat terhadap buku masih sangat tinggi. Semoga dengan hadirnya bazar buku big bad World di setiap kota dapat meningkat minat membaca pada masyarakat Indonesia.(As)