Beranda OPINI Berjuta Manfaat Buat Bali Dan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Annual Meeting...

Berjuta Manfaat Buat Bali Dan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Annual Meeting World Bank 2018

38
BERBAGI

Berjuta Manfaat Buat Bali Dan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Annual Meeting World Bank 2018.

Oleh :Askar Marlindo

 

Sumut.KabarDaerah.com Bali akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan Bank Dunia dan IMF pada tahun  2018 ini. Perhelatan yang akan dilaksanakan di Bali tersebut sebagai bagian dari beragam acara internasional yang terjadi pada tahun ini seperti gelaran Asian Games yang juga akan menyedot perhatian banyak wisman.Tentu yang sangat menjadi pertanyaan kita adalah bagaimana keuntungan pertemuan ini bagi Indonesia terutama Bali ? Bagaimana dampaknya terhadap dunia pariwisata dan usaha pemerintah untuk meningkatkan perekonomian domestik dengan menyedot investasi baik dari dalam dan luar negeri khususnya untuk Propinsi Bali?

Manfaatnya sangat banyak karena menurut saya acara ini akan mendapatkan exposure yang sangat besar. Acara ini akan melibatkan 189 negara dan 17 ribu peserta kemudian pemerintahan di luar negeri. Ini manfaat untuk mendapatkan perhatian besar dari luar negeri. Ini momentum untuk mendapatkan pariwisata terutama dengan leisure economy.

Indonesia harus bisa memanfaatkan ini untuk memperkenalkan pariwisata tapi juga untuk menarik investasi asing ke Indonesia. Jadi orang asing bisa melihat sejauh mana keseriusan Indonesia melakukan perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kalau infrastrukturnya reliable, maka ini akan menarik investasi masuk ke negara ini. Setelahnya mungkin akan ada deal ekspor dengan negara lain.

Kegiatan tersebut merupakan pameran mengenai Indonesia terutama mengenai propinsi Bali , dan pameran saja tak cukup tapi disertai dengan membentuk tim atau orang-orang yang akan melakukan lobi ekonomi dan investasi. Jadi tak hanya pameran tetapi kesepakatan-kesepakatan dengan pihak asing. Kita ada masalah dengan ekspor kelapa sawit kita di Eropa dan kemudian bagaimana menghadapi musuh bersama kita terkait Donald Trump yang melakukan tarif impor alumunium serta baja dan ini menjadi concern kita bersama terkait perdagangan dan investasi.Pemerintah Indonesia khususnya Propinsi Bali harus bersinergi untuk suksesnya acara ini.

Hal ini karena untuk mengadakan acara ini anggarannya saja mencapai Rp800 miliar. Saya kira tidak mahal jika kita dalam seminggu terekspos oleh dunia internasional. Ini memang sangat jauh jika dibandingkan dengan event lain seperti Asian Games. Biaya untuk Asian Games itu Rp6 triliun sampai Rp7 triliun dan ada biaya lain seperti infarstruktur yang memang untuk jangka panjang.

Memang maanfaatnya tidak akan terasa seketika.Event ini ibarat investasi yang hasilnya tak akan dituai dalam waktu singkat. Tahun lalu kita kedatangan 12 juta turis dan tahun ini akan lebih lagi. Saya berpendapat pertumbuhan ekonomi 5,3 persen sampai 5,5 persen pada tahun ini dan tahun berikutnya akan besar sekali.
Program tujuh Bali Baru juga tak akan berdampak signifikan terhadap dunia pariwisata tahun ini. Danau Toba walaupun dikenal lama akses untuk direct flight juga terbatas dan jangan berharap dalam waktu pendek.

Acara tahunan tersebut menjadi penting untuk menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai negara yang memiliki ekonomi yang dipandang dunia.Ini waktu yang tepat berkata pada dunia bahwa kita adalah ekonomi yang reform, yang berdaya tahan, progresif, secara ekonomi sudah masuk digital, syariahnya sudah modern dan lain sebagainya.Pertemuan akbar di bidang ekonomi global tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk memajukan pariwisata khususnya di Pulau bali . Sebab sebenarnya manfaat paling penting bukanlah gelaran acara intinya, namun efek yang ditimbulkan dari acara tersebut bagi kebangkitan pariwisata.

Apalagi tamu negara yang bakal datang ditaksir mencapai 1.500 orang dari 189 negara yang utamanya merupakan menteri keuangan dunia hingga gubernur bank sentral dunia.”This is the momentum of truth, kita peroleh manfaat yang setinggi-tingginya untuk acara ini dan harus berusaha sekuat tenaga demi suksesnya terselenggaranya acara ini.

Saya sangat yakin dengan diadakannya Pertemuan IMF Bank Dunia pada 9-14 Oktober 2018, akan meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal di Pulau Bali . Sebab nantinya akan hadir belasan ribu delegasi dari 189 negara yang akan membelanjakan uangnya. Itulah mengapa negara berkembang begitu kerja keras untuk membuat event (kelas dunia) seperti olimpiade dan piala dunia. Karena ketika dunia datang ke negara Anda, itulah tanda bahwa Anda mencapai level yang menempatkan Anda ke kategori berbeda. Indonesia berhak mendapatkan peran itu.

Saya yakin dengan diadakannya Pertemuan IMF Bank Dunia ini bisa mendatangkan investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Sebab mereka akan melihat bagaimana Bali, dan saya sangat yakin para investor ingin kembali datang.

Ketika mereka melihat apa yang terjadi di Indonesia dan melihat seberapa kuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta timnya melakukan hal yang tepat. Dan benar-benar ketika melihat Sri Mulyani dalam mengelola keuangan, saya pikir sikap para investor akan berubah (akan menanamkan modalnya) dan itu akan menjadi hal besar bagi Indonesia pada masa depan.Semoga acara ini dapat terselenggara sukses kedepanya tanpa hambatan yang berarti apapun demi bangkitnya nama Indonesia di mata internasional yang mampu menggelar acara acara event berkelas dunia.(Askar Marlindo)